
Kini, di depan mata sudah terlihat pasang kandidat yang merupakan putera /puteri bangsa terbaik. Setiap calon dan wakilnya memiliki kelebihan dan kekurangannya, yang hal tersebut sebagai bagian dari diri manusia yang tak terlepas dari lebih dan kurang
Setiap orang yang merupakan bagian dari masyarakat Indonesia dipersilahkan dukung mendukung, yang terpenting melakukannya dengan cara yang baik, tidak brutal dan tidak pula menjelek-jelekan lawan pilihnya betul tidak?
Namun yang namanya kehidupan, tetap saja ada orang-orang yang melakukan hal yang kurang terpuji, baik menjelek-jelekan secara SARA atau hal lainnya dan Netizen Di sosial media Terkejut-Kejut karena ada berita Fitnah yang dihembuskan, apakah mungkin sebagai strategi ? yaitu itulah strategi !! ??
Pertanyaan masyarakat sekarang, bagaimana jadinya jika berita negative atau kurang baik cagub wacagub tersebut benar adanya? Apakah diperbolehkan? Sebab rakyat tak memilih kucing dalam karung, tapi kalau Fakta sudah terlihat dan terbukti ? nyaharus bagaimana Aparat Cepat Menindak lanjuti-kan?
Demokrasi Indonesia Benar adanya ԁаrі partai-partai besar ԁаn partai menengah. Mеrеkа ѕυԁаh bercita-cita menjadi partai pemerintah υntυk ikut andil dalam kursi empuk tersebut, termasuk para pengusung.
Nah sampai disitu, sesuai judul diatas, Jadi penulis teringat Kalau Jokowi TIDAK Menjadi presiden, tentu Ahok Masih Jadi Wakil Seperti Dahulu kala, Tapi semua Tidak Mungkin Dilakukan, karena Jokowi sudah Menjadi Presiden
Kalaupun Kita Berandai-andai, Jokowi Mau Menjadi Gubernur DKI Kembali Lagi, Mungkin Ahokpun Tidak Mau Jadi Wakilnya!
Dan itu postingan Dengan Judul AHOK Mundur Karena Jokowi, Jangan Lupa Baca Juga Post Sebelumnya inilah 7 Fitnah Terhadap MUI Tentang Pungutan 480 Triliun Berita Viral Di Facebook Foto Edit Asli, Berita Viral Terkini, Video Viral Youtube, Berita Viral Di Facebook